
Judul
Sutradara
|
Todd Phillips
|
Produser
|
Todd Philips
|
Bradley Cooper
|
|
Emma Tillinger Koskoff
|
|
Skenario
|
Todd Phillips
|
Scott Silver
|
|
Berdasarkan
|
Joker oleh DC Comics
|
Pemeran
|
Joaquin Phoenix
|
Robert De Niro
|
|
Zazie Beetz
|
|
Frances Conroy
|
|
Musik
|
Hildur Guðnadóttir
|
Sinematografi
|
Lawrence Sher
|
Penyunting
|
Jeff Groth
|
Perusahaan
|
DC Films Village Roadshow Pictures
|
produksi
|
Bron Studios Joint Effort
|
Distributor
|
Warner Bros. Pictures
|
Tanggal rilis
|
31 Agustus 2019 (Festival Film Venesia)
2 Oktober 2019 (Indonesia)
4 Oktober 2019 (Amerika Serikat)
|
Durasi
|
122 Menit
|
Negara
|
Amerika Serikat
|
Sukses
dengan beberapa film Batman tak membuat DC Films berpuas diri. Seakan tak mau
berdiam diri di zona aman, DC merilis Suicide Squad yang merupakan film Anti-hero di tahun 2016. Joker, tokoh gila yang menjadi peran
utama dalam film tersebut adalah magnet yang menarik perhatian penonton dunia
berdecak kagum. Dengan mengantongi hal tersebut, DC pun membuat sebuah film Anti-hero lagi dengan tokoh uama Joker
yang diperankan oleh aktor yang berbeda dengan Joker di film Suicide Squad.
Joaquin Phoenix berhasil memenangkan hati DC film untuk memerankan tokoh gila
musuh Batman ini. Bahkan ada disebuah artikel disebuatkan bahwa Jaret Leto,
pemeran joker di film Suicide Squad merasa iri dengan keberhasilan Joaquin Phoenix.
Meski demikian, Joker versi Jared Leto tetap memiliki keunikan tersendiri.
![]() |
| (Joker yang berusaha tampak lucu, meskupun hidupnya kacau) |
Kisah hidup Arthur Fleck (Joaquin
Phoenix) di 1981 menjadi inti dari film Joker ini. Di tahun tersebut
diceritakan di Gotham City memillilki
masalah kesenjangan ekonomi dimana yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin
semakin miskin. Joker yang miskin harus mengalami berbagai cobaan hidup mulai
dari bullying hingga harus menerima kenyataan bahwa ibunya mantan pasien rumah
sakit jiwa. Joker memiliki penyakit Pseudobulbar, penyakit yang membuat
penderitanya tertawa terbahak bahak, tanpa kenal waktu. Bahkan saat tak ada yang
lucu pun, penderita akan tertawa terbahak bahak. Untuk menghidupi dirinya dan
ibunya, Penny, Arthur berkerja sebagai badut serabutan. Mulai dari pembawa
papan untuk sebuah toko (semacam SPB namun dengaan dandanan badut dan melucu
untuk menarik pelanggan) sampai menjadi penghibur di rumah sakit anak di kota. Dengan
berbagai deraan cobaan hidup yang dialami, Joker yang berpikir dirinya tak
pernah diinginkan dan dicintai oleh siapapun, akhirnya bangkit untuk menuntut
keadailan atas hidupnya. Membalas dendam dengan membunuh orang orang yang
pernah menyakitinya membuatnya kuat, membuatnya menjadi seakan penggebrak oleh
kalangan “tikus kota”.
![]() |
| (Joker menjadi buron setelah menembak 3 orang di kereta) |
Joaquin Phoenix berhasil memerankan
Joker dengan epic. Perannya sangat
bisa diacungi jempol oleh penonton, kepiawaiannya dalam berekspresi dan
beraksi. Film ini terasa memberi efek psikis pada penonton, mulai dari cerita
yang tragis, musik yang sangat mumpuni, hingga pemeran yang sangat bertalenta.
Meski Joker merupakan tokoh Anti-hero
dalam film Batman, film ini tak ada sekalipuan menyuguhkan adegan adegan
heroik. Benar benar hanya membawa aura gelap kepada penonton. Durasi 122 menit
bukannlah durasi yaang berlebihan untuk film yang berhasil ini. Meski be rdiri sendiri,
film Joker tetap menghadirkan kisah Ben Affleck. Ada banyak misteri misteri
yang terkandung dalam film ini yang akan membuat penonton merasa seperti “Apa ini?”
Meski banyak sekali aspek yang harus
diapresiasi dalam film ini, nyatanya masih ada sedikit kekurangan dalam film
ini. Saking kelamnya film ini, banyak orang mengecam. Namun apa boleh buat, ini
adallah sebuah karya seni. Namun memang untuk orang beragama sangat tak patut
untuk membunuh demi kesenangan (lebih khusus, untuk membalas dendam).
Untuk keseluruhan, film ini pantas
untuk mendapatkan apresiasi berlebih dari penikmat film dunia. 9 per 10 mungkin sepadan.


Komentar
Posting Komentar