MALEFICENT: MISTRESS OF EVIL (2019)




Judul

Sutradara
Joachim Rønning

Produser
Angelina Jolie

Duncan Henderson

Skenario
Noah Harpster

Micah Fitzerman-Blue

Cerita

Berdasarkan
Characters from:

Disney's Sleeping Beauty

La Belle au bois dormant by Charles Perrault

Pemeran
Elle Fanning

Chiwetel Ejiofor
Sam Riley
Ed Skrein
Imelda Staunton
Juno Temple
Lesley Manville

Musik
Michelle Pfeiffer

Geoff Zanelli

Sinematografi
Henry Braham

Penyunting
Craig Wood

Perusahaan
Produksi

Roth Films

Distributor
Walt Disney Studios Motion Pictures


Tanggal rilis
18 Oktober 2019

Durasi
118 menit

Negara
Amerika Serikat

Bahasa
Inggris

Mengangkat tokoh Villain memang menjadi  tren film sekarang ini. Sukses dengan Maleficent ditahun 2014, Disney yang merupakan “Pabrik” cerita dongeng terbesar  tak tinggal puas. Dibuatlah sekuel dari Maleficent. Menggandeng aktor aktor yang sama, Disney terbukti mampu membuat kelanjutan dari kisah peri jahat pemberi kutukan bagi tuan putri. Maleficent pada dasarnya merupakan kisah Sleeping Beauty, namun dalam point of view yang berbeda. Dalam film pertamanya, dijabarkan mengapa Maleficent (Angelina Jolie) yang merupakan seorang peri pelindung berubah menjadi peri jahat pemberii kutukan. Dalam film kedua ini, Maleficent memutuskan untuk merawat Aurora dan mengajaknya dinggal di Negeri para peri bernama Moors. Namun tetap, Maleficent dalam film kedua ini  harus menghadapi musuh, yang lagi lagi adalah manusia.


(Maleficent yang marah saat menghadiri undangan diner keluarga John)
 
Setelah Aurora pindah dan menjadi Raja di Moors, Negeri para peri,  dirinya menemukan seseorang yang dikira cinta sejatinya saat umur 16 tahun. Kembali lagi ke Aurora yang berumur 16 tahun, 3 peri warna warni perawat Aurora, bahkan Maleficent sang pemberi kutukan mengira kalau Pangeran Phillip adalah cinta sejati dari Aurora. Yang hanya dengan ciumannya, Aurora akan bangun dari tidur tak berujungnya. Namun tak disangka, ciuman kening Maleficent-lah yang akhirnya mem  angunkan Aurora dari tidur terkutuknya. Phillip akhirnya menemukan Aurora setelah dewasa, seperti dongeng dongeng klasik, Phillip berniat untuk mempersunting Aurora. Aurora setuju pasti. Namun Maleficent yang tau informasi tersebut dari Diaval, ajudan setianya, tak merestui keduanya. Dipertemukanlah  Aurora bersama Godmother-nya, Maleficent, dengan kedua orang tua Phillip, King John (Robert Lindsay) dan Queen Ingrith (Michelle Pfeiffer) dari Kerajaan Ulstread. Ada suatu hal yang membuat Queen Inggrith tak segan untuk menyingkirkan Maleficent dan seluruh peri penghuni Moors. Bahkan Inggrith nekat membuat kutukan terhadap suaminya, John, agar bisa menjalankan rencana liciknya, memusnahkan Maleficent dan kaumnya. Maleficent yang sempat terluka karena panah crossbow  ajudan setia Queen Inggrith. Meski Maleficent sempat tumbang, Maleficent ternyata mendapat pertolongan dari Dark Fey lain, bangsanbya yang dikira sudah punah. Perang antara pasukan kerajaan Ulstread dengan “bangsa” Maleficent pun tak bisa di elak.

(Maleficent saat berperang melawan pasukan queen Inggrith)
CGI dalam film Maleficent, Mistress of Evil ini sangat smooth dan menakjubkan. Bagaimana tidak, diperlihatkan banyak sekali creature dari Moors.  Cerita yang semakin luas menjadi modal utama dalam pengerjaan film ini. Diungkap banyak sekali rahasia rahasia siapa sebenarnya Maleficent dan mengapa Queen Inggrith sangat ingin memusnahkan kaum peri. Para pemeran juga sangat mumpuni dalam bidangnya, ditambah ini merupakan film keluarga yang aman ditonton anak anak.

Meski tak ada batasan umur, faktanya ada beberapa adegan ciuman yang dipertontonkan di dalam film. Mungkin untuk orang barat hal itu lumrah. Pun dalam seluruh film animasi Disney, pasti ada adegan ciuman. Namun hal tersebut masih tabu untuk masyarakat Indonesia.

Terlepas dari itu semua, Maleficent: Mistress of Evil adalah tontonan segar untuk keluarga, juga sebagai penetral mental s etelah menonton film Joker, 2 Oktober lalu. 9.5 dari 10 mungkin sepadan. Kembali lagi kepada selera masing masing penonton.



Komentar